beautifull dream


Pilkada, Demokrasi yang Boros
November 4, 2008, 7:34 am
Filed under: goverment

Semenjak dberlakuannya undang undang tentang otonomi daerah maka kini tiap daerah dapat memilih pemimpin mereka sendiri. Proses tersebut dinamkan pilkadal (Pemilihan Kepala Daerah Langsung ). sistem ini begitu memanjakan para kreator demokrasi Indonesia yang sejak dulu memang menginginkan adanya pemilihan kepala daerah oleh rakyat.

Tapi juga sepertti biasanya setiap kebijakan pastilah seperti du sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan antara efek positif dengan efek negatif yang ditimbulkan. Proses Pilkadal tentu seperti kita ketahui bersama merupakan salah satu perwujudan pembelajaran proses demokrasi di negara tercinta kita. Hal ini juga melatih bangsa kita untuk semakin bertanggung jawab terhadap pilihannya karena pemimpin tersebut merupakn kehendak rakyat. Proses ini juga sebagai media pembelajaran demokrasi bagi kita yang masih dalam tahap belajar.

Tapi seperti juga kebijakan lain tentu ada sisi negatif dari proses ini. Selama proses pilkadal di penjuru Indonesia tidak pernah luput dengan kerusuhan yang terjadi pasca pemilihan. Kubu yang kalah tidak pernah bisa dengan legowo menerima kekalahannya. Hal tersebut diperparah dengan aksi anarki pendukung calon yang kalah, jika kita amati mungkin hanya pilkadal di DKI saja yang prosesnya relatif aman terkendali. Bandingkan dengan daerah lainnya pasti ada kerusuhan yang mengikuti pesta demokrasi tersebut. Jumlah golput di tiap pilkadal selalu melebihi angka pemenang pilkadal itu sendiri dan jumlah dana yang harus digelontorkan pemerintah untuk menghelat pesta demokrasi ini juga tidak sedikit sungguh tidak sebanding dengan antusiasme masyarakat dalam menyambutnya.

Jadi kesimpulannya adalah:

Plikadal perlu kita kaji ulang antara manfaat danmudaratnya karena jika terus menimbulkan kerusuhan yang merugikan masih layakkah pembelajaran demokrasi ini dilanjutkan. Haruskah kita berkorban begitu banyak hanya untuk belajar memilih Walikota,Bupati, atau gubernur. Perlu pemikiran lagi


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: